Cappuccino Luv.

10:50

"Kop, bukannya lo gak bawa handphone?" 

"Gue. Kenapa deh?"

Saat ini didalam sebuah restaurant jepang, duduk empat orang perempuan yang semua berkelahiran tahun 1996. Mereka baru saja lulus dari sekolah beberapa bulan yang lalu.

"Kok lo ganti cover path deh?" Tanya orang yang tadi bertanya pada orang yang ia panggil 'kop' itu.

"Masa? Mana coba liat" balas orang yang dipanggil 'kop' tadi.

"Bentar, loading fotonya dulu nih" setelah menunggu beberapa saat foto tersebut muncul, "gambar cowok nih, exo ya?" Tambah orang itu lalu kedua temannya yang lain ikut mengecek path si 'kop' melalui handphone mereka, "ini yang biasanya lu panggil bihun itu, kop?" Tanya salah satu temannya yang lain.

Si 'kop' itu memang terkenal mengidolakan exo, tidak hanya exo, dia dikenal sebagai gadis yang tergila-gila dengan korea, apapun mengenai korea ia tahu, dari kpop, kdrama, kculture, bahkan ia tahu cara menulis hangul hanya dengan belajar melalui internet.

"Hah? Baekhyun!! Bukan bihun.. Gue gak ganti cover kok, gue kan gak bawa handphone sekarang, siapa yang ganti coba? Mana gue liat dong" ucap si 'kop' tadi, heran.

"Eh, lo juga ganti photo profile-nya nih!" Ujar salah satu dari ketiga orang yang sedang melihat timeline pathnya.

"Mana gue mau liaaat!"

"Bentar! Liat yang photo profile-nya dulu" dan mereka bertiga menunggu beberapa saat sampai foto itu muncul dengan sempurna. Melihat foto itu, ketiga orang itu menganga lalu melihat si 'kop' itu, lalu kembali lagi ke layar ponselnya.

"Ini lo... kop?" Lalu orang yang awal berbicara tadi itu menunjukkan layar ponselnya pada si 'kop' tadi.

Dan respon si 'kop' itu-pun sama seperti tiga orang itu, ia membulatkan mulunya dan juga matanya. Si 'kop' berkedip beberapa kali sembari melihat ketiga temannya, lalu menutup mulutnya dan menelan ludahnya dengan berat.

Difoto itu terdapat si 'kop' dan juga seorang laki-laki yang tadi berada dicover path sedang memeluk si 'kop' itu dari belakang, si 'kop' dan laki-laki itu tampak senang, mereka tersenyum kearah kamera dan pipi mereka yang bersentuhan.

"I-iya, i-itu b-baekhyun exo.. B-biasa editan. Hihi" 

Si 'kop' itu memang terkenal suka meng-edit fotonya dengan foto idolanya, karna ia sangat ingin berfoto bersama idolanya.

Sepertinya ketiga teman si 'kop' tidak mempercayai perkataannya, karena, kalau dilihat-lihat, foto itu bukan hasil edit. Ketiga temannya memicingkan mata mereka ke arah si 'kop' itu.

Si 'kop' hanya nyengir, memamerkan giginya.

"Ini bukan editan kan?" Tanya salah satu dari tiga orang temannya 'kop' itu.

"Huft..." si 'kop' menghembuskan napas berat lalu ia mengangguk lemas.

"Cowok ini siapa kop?" Tanya salah satunya lagi.

Si 'kop' hanya diam, lalu tiba-tiba salah satu teman si 'kop' "Ayo main truth or dare!! Gue duluan! Kop, truth! gue mau nanya cowok ini siapa?!!" Pekik teman si 'kop' itu.

"Loh! Kok gitu? Gue maunya dare!!" Ucap si 'kop' tak kalah keras.

"Gak! Harus truth!! Gue mau lo jujur ke kita bertiga!! Kitakan udah temenan 30 tahun kop!!"

"Upil~ umur kita aja baru 18, darimana 30 tahun temenannya? Lagian juga baru ketemu tiga tahun yang lalu!"

"Cappuccino Chelsea Dafoe! Lo harus kasih tau ke kita!! Semuanyaaa!! Gak cuma siapa cowok ini doang!!" 

"Okay, fine!! Kalian mau tau apa?" Ucap Cappuccino, yang sebelumnya dipanggil 'kop' lebih panjangnya adalah kopi, pada ketiga temannya, upil atau pulpinia, shailene dan raynee.

"SEMUANYA!!!" Balas mereka bertiga berbarengan.

"Fine! Cowok yang dicover sama yang diphoto profile itu bukan baekhyun exo, dia itu luhan, pacar gue. Gue baru pacaran kurang lebih..." cappuccino berhenti mencoba menghitung sudah berapa hari ia habiskan dengan luhan, "tiga hari deh kayanya, gue nerima dia hari rabu soalnya"

"Tiga hari dan lo udah begini?!" Pekik shailene sembari menunjukkan layar ponselnya kembali pada cappuccino.

Cappuccino menggangguk, "itu foto baru kemaren malem kok, dia nginep dirumah. Lagian alice juga gak kenapa-kenapa" balas cappuccino tenang, dan alice yang cappuccino maksudkan itu adalah ibunya.

"Ini dia topless dan lo cuma pake tanktop tanpa bra???!!" Histeris ketiga temannya itu, karna cappuccino yang selama 2 tahun ini mereka pikir polos, ternyata tidak sepolos itu.

Cappuccino mengerutkan keningnya, bingung dengan respon ketiga temannya, "kalian kan tau gue kalo tidur gak pernah pake bra, dan lebih suka pake tanktop plus underware aja, ketimbang pake piyama atau daster" 

"Jadi lo cuma pake celana dalem doang itu???!!" Lagi-lagi ketiga teman cappuccino membuat keributan direstaurant jepang yang tenang itu.

Cappuccino hanya mengangguk, masih bingung kenapa teman-temannya shock seperti itu, setahunya orang pacaran memang begitukan? Seperti fanfiction dalam bahasa inggris yang biasa ia baca di situs asianfanfics.com, walaupun kebanyakan cerita yang ia baca ber-tag smut dan rate-M. Cappuccino memang tidak pernah tau kisah cinta teman-temannya itu, karna menurutnya hal itu adalah hal pribadi, jadi itulah mengapa cappuccino tak pernah bercerita kepada teman-temannya. Dan yang ia lakukan dengan pacarnya-pun hal biasa yang dilakukannya pasangan lainnya, jadi, kenapa mereka seperti ini?

Shailene berdeham lalu ia yang duduk tepat disebrang cappuccino mendekatkan tubuhnya ke cappuccino, "lo... masih perawan kan kop?" Tanyanya dengan berbisik, ketiga temannya itu menampakkan tampang yang sangat seritus.

"Hell yeah! Yaiyalah..." Jawab cappuccino santai tak menanggapi keseriusan ketiga temannya itu.
Ketiga temannya menghela napas lega mendengar jawaban cappuccino.

"Lo punya mantan berapa?" Tanya raynee.

"Mmm..." cappuccino berpikir sembari menghitung menggunakan jarinya, "gak tau ah, lupa! Ntar deh kalo ada hp gue, gue kasih tau" jawab cappuccino kesal karna ia sudah mengulang menghitung beberapa kali tapi tidak mendapat hasil.

"Lu catetin tuh disitu? Banyak dong?" Tanya pulpinia.

"Enggak, cuma gue nyimpen foto bareng mereka masing-masing 1, jadi kalo putus foto bareng mereka diapusin trus sisain 1 yang menurut gue paling bagus, dan... Enggak kok cuma dikit"
"Lo kalo pacaran kaya gimana? Kok gak pernah ada yang tau si?" Tanya shailene.

"Ya, gitu. Orang pacaran gimana si? Lagiankan gue waktu itu udah pernah bilang, gue sukanya cowok bersih, jadi gak ada yang tau lah orang sekita sini kan dekil-dekil"

"Emang yang bersih lu nemu dimana?"

"Mall" cappuccino tertawa sebentar, "mall-mall yang elit tapi, kadang kalo punya pacar jalan kesana, ditinggal dikit dapet kenalan baru, kalo gak gue jalan sendirian nunggu orang nyamperin. Hihi"
"Dasar lu!" Ujar shailene mendengar jawaban cappuccino.

"Lu kalo pacaran lama apa bentar? Paling lama berapa lama?" Tanya pulpinia.

"Lama kok, semingguan. paling lama tuh dua minggu"

"Seminggu-dua minggu lu bilang lama?" Heran shailene

"Iya, silent! kan waktu itu ada tuh yang bentar doang, cuma..." cappuccino berpikir sebentar, "setengah jam kalo gak salah"

"Gila lo! Kenapa bisa putus tuh?!" Raynee langsung menyambar.

"Gara-gara apa ya..." cappuccino berpikir sebentar, "oh, iya. Ada cowok yang lebih gateng nembak gue. Hihi" tambah cappuccino.

Jelas saja cappuccino selalu dipanggil lemot, ia selalu berpikir ditengah-tengah perkataannya.
"Biasanya lo putus gara-gara apaan tuh?" Tanya shailene.

"Paling gara-gara gue udah males pacaran atau bosen gitu, trus juga kalo misalnya seharian gak ada kabar, itu artinya udah putus. Gue gak pernah mau ngehubungin duluan sih, jadi dia harus ngehubungin gue duluan, dan... atau gak gara-gara mereka ngelakuin hal yang gue gak suka" jelas cappuccino.

"Dasar lu!" Ujar shailene lagi, dan cappuccino hanya menyengir.

"Eh, kop! Lo post photo nih ke path!" Pekik raynee.

"Poto apa?! Poto apa?!" Balas cappuccino tak kalah keras.

"Gambarnya belom muncul, bentar" tiba-tiba raynee, pulpinia dan shailene menganga melihat foto itu.

"Gue mau liaaaaat!!" Cappuccino segera merampas ponsel raynee dari genggamannya itu, lalu ia pun ikut menganga melihat foto itu.

Difoto itu terdapat cappuccino yang sedang tidur dikasur dan luhan yang sedang tidur juga sembari memeluk cappuccino dari belakang.

"Ni manusia bener-bener!!" Kesal cappuccino, "mbah, gue pinjem buat comment ya" izin cappuccino pada pemilik ponsel yang sedang ia pegang, raynee yang biasa dipanggil mbah.

Cappuccino mengetikkan :
"Luhan!! Delete it now!!"

Tak lama kemudian mendapat balasan yang berisi :
"Where you at babe?"
 
Cappuccino balas kembali :
"Hell!! Dont touch my phone, LUHAN!!"

Luhan kembali membalas :
"Tell me where you at first!? Then i'll deliver it soon!"

Cappuccino menghela napas kesal pada luhan. Ia menggertakkan giginya. bisa-bisa karna postingan luhan ini, predikat gadis polosnya akan berubah menjadi gadis nakal.

"Itu luhan yang upload kop?" Tanya pulpinia.

Cappuccino mengangguk sembari mengerucutkan bibirnya, "tadi tuh pas gue mau jalan dia minta ngikut, karna takut ditelponin sama dismsin terus gue tinggal tuh hape dirumah, taunya malah gini! Iiiii gue kesel!! gue kesel!!"

Tiba-tiba masuk notification yang menandakan ada balasan comment lagi, cappuccino lihat itu dari akunya, yang berisi :
"Tell me or i'll post the hottest pic of us? I love how we kissed this morning♥"

"This bastard!!" Umpat cappuccino setelah membaca comment dari luhan.

"Kenapa kop??!!" Tanya ketiga temannya melihat cappuccino yang penuh amarah.

"Gue pulang ya" ujar cappuccino.

"Gak!!" Balas teman-temannya.

"Nanti dia malah ngepost lagi"

"Justru kalo lu pulang, pas lo masih dijalan, dia udah ngepost poto lain duluan kopiiii" ujar shailene.

"Iya sih, tapi masa dia kesini sih?"

"Yaudah biarin aja dia kesini, sekalian gue pengen liat!" Ujar pulpinia, yang dihadiahi anggukkan semangan raynee dan shailene.

"Hhhh, arasseo..."

Cappuccino segera memposting tempatnya berada lalu mentagkan akunnya sendiri melalui akun path raynee.

"Tapi kalian jangan gimana gitu ya kalo luhan ngapa-ngapain, bersikap kaya kalian udah biasa aja, dan luhan ini chinesse jadi kalian ngomong pake bahasa dia gak bakal ngerti, kalo kalian gatain dia apa, dia juga gak bakal ngerti"

Teman-teman cappuccino menggangguk-angguk menanggapi perkataannya.

"Trus lo kalo ngomong sama luhan pake bahasa apaan kop?" Tanya shailene

"Gue gak bisa mandarin, jadi gue biasanya pake bahasa inggris"

---
Saat Cappuccino, pulpinia, raynee dan shailene sedang menyantap makanan mereka yang baru tiba, tiba-tiba raynee melihat siluet laki-laki sedang berjalan menghampiri mereka, "kop itu yang namanya luhan?" Tanya raynee, karna merasa cowo yang sedang berjalan kearah mereka itu sama seperti yang dicover path cappuccino tadi.

Cappuccino segera memutar badannya ke arah pandang raynee, begitu juga dengan pulpinia dan shailene yang penasaran dengan luhan.

"Iya. Itu dia." melihat luhan dengan santai berjalan kearahnya, membuat cappuccino makin kesal, ia berdiri dari duduknya lalu menghadap luhan sembari memicingkan matanya.

"Nihao!" Sapa luhan sembari melambaikan tangannya pada cappuccino.

"You jerk!!" Cappuccino segera memukul-mukul dada luhan, "ih! Ih! Ih! Luhan jelek- luhan rese'"
Luhan menangkap tubuh cappuccino, melingkarkan kedua tangannya dipinggang cappuccino, "i cant understand what you said babe? And remember, call me oppa!"

Cappuccino masih terus memukul luhan, "gak perlu ngerti lo luhan jelek-ngeselin, ogah gue manggil lo oppa"

Luhan hanya tertawa melihat cappuccino, setelah cappuccino berhenti memukulnya, ia segera berbicara, "i've your phone, babe. You want it?"

"Where's it?! Gimme!!" Cappuccino menengadahkan kedua tangannya didepan hidungnya, meminta handphonenya kembali.

"Shirreo!! I want you to beg for it"
"Bwoya luhan--!"
"Oppa, babe!!"
"Shirreo!"
"Oppa!"
"Shirreo!... Luhan! Luhan! Lu--" luhan membungkam bibir cappuccino dengan bibirnya.

Menyadari apa yang luhan lakukan, cappuccino segera mencubit perut luhan, "ouch!! This asdfghjklsiawshioyigewoshiaw!!" Luhan mengumpat dengan bahasanya, cappuccino hanya memasang tampang datar.

"In english please!" Ucap cappuccino kesal.

"I dont want to! You dont have to understand what I said, babe..." luhan mengakhiri perkataannya dengan cengiran khasnya.

"Just give me my phone luhan, ive to clean your mssd"

"Add oppa and please, i'll give it to you right away"

"Luhan oppa, give me my phone, please..." ucap cappuccino pada akhirnya.

"Good! Here.." luhan memberikan ponsel cappuccino, "anja juseyo, oppa" cappuccino segera menyuruh luhan duduk setelah ia mendapatkan ponselnya.

"Temen-temen ini luhan. Oppa, these are my friends, pulpinia, shailene and raynee" cappuccino memperkenalkan luhan pada teman-temannya yang sekarang duduk berjajar didepannya. Awalnya pulpinia duduk disampingnya, tetapi sekarang ia pindah duduk disebelah raynee

"Luhan." Ucap luhan memperkenalkan dirinya dengan menunduk sedikit lalu tersenyum yang dibalas sama yang seperti ia lakukan oleh ketiga teman cappuccino

"Oppa, What do you want for eat?"

"Nah, I'm not hungry. I just wanna drink"

"What do you want for drink, then?"

Luhan hanya diam menatap cappuccino tepat dimanik matanya, lalu........................

 "You~ hot cappuccino~"

"Oh! Please oppa~!"
¤
"Luhan, you really! Really messed everything up!!" Kesal cappuccino setibanya ia dan luhan dibasement. mereka berdua telah berpisah dengan ketiga teman cappuccino dan sekarang mereka sedang menuju ke mobil luhan untuk segera pulang ke rumah.

"Babe!! Call me oppa!!" Balas luhan tak kalah kesal dari cappuccino.

"Okay, i'm sorry, oppa. Its just becase you had pissed me off!!"

"Am i that ugly? Till you dont want me come up to be your boyfriend"

"Its not like that, oppa. I just didnt like publishing my relationship.. Ive told you rite? When you confess to me?"

Memang sebelum cappuccino dan luhan resmi pacaran, cappuccino telah memberitahu luhan perihal gaya pacarannya cappuccino. Dan, tidak memublikasikan hubungannya adalah salah satu dari uud pacaran dengan cappuccino

"So you want us to break up huh?!" Luhan menampakkan tampang tersakitinya pada cappuccino.

No, no, please say no! Pekik luhan dalam hatinya.

Melihat wajah luhan yang sedih, cappuccino menangkup pipi luhan dengan tangannya, "i dont like this look on you. No, oppa. It's already happened, it's okay now! Smile please, i wanna see your sweet smile, oppa"

Luhan memberikan senyum cerianya pada cappuccino, lalu melingkarkan tangannya pada pinggang cappuccino, medekatkan cappuccino padanya,  "i love u" lalu mencium bibir cappuccino cepat.

Huh... lucky me! Because I would get nothing if we break up cappuccino.. lega luhan dalam hatinya.
"Really? That fast? I cant believe you!" Ucap cappuccino setelah ciuman mereka berakhir.
Luhan mengangguk, "yup! That fast! You have to believe me, babe, i love you!!"
Cappuccino hanya memandangi luhan dengan alis berkerut, mereka baru pacaran 3 hari dan luhan sudah mengatakan mencintainya?

No, we won't break up. Luhan, good acting. Ucap cappuccino dalam hatinya.

"It's okay if you dont love me yet! It'll soon! And i'll proov you that we can last more than two weeks, we'd always together. Forever!" 

zzz

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images