Kumpulan imagine gak selesai gue

1.

2009

"Lo mau jadi pacar gue gak el?" Tanya seorang anak laki - laki kepada seorang anak perempuan.

Mereka berada dibawah pohon ceri, tadi anak laki - laki itu membawa anak perempuan itu ke taman dibelakang sekolah mereka. Ia sengaja mencari tempat yang sepi untuk menyatakan perasaannya.

"Tapi re.. maaf.. kita baru aja masuk smp, gue kayaknya gak bisa.."

***
2014

"REGAAAAAAA!!"

Seorang anak perempuan tengah mengejar seorang anak laki - laki dikoridor sekolah yang sepi.

Anak perempuan itu mengangkat rok abu - abu-nya sampai lutut untuk mempermudahnya dalam berlari.

"REGA, BALIKIN HANDPHONE GUEEEE!!"

Anak laki - laki itu-atau lebih tepatnya rega tidak menggubris teriakan dari anak perempuan itu.

"REGA. BERENTI GAK LO!" teriak anak perempuan itu lagi.

Saat rega sudah berlari diaspal, anak perempuan itu berhenti diubih koridor terakhir, tidak melanjutkan mengejar rega yang berlari diaspal.

Anak perempuan itu menumpukan tangannya dilutuhnya sembari terengah - engah karena berlari.

"Rehh.. guehh.. gakhh.. kuu--" bruk. Anak perempuan itu jatuh. Badannya menubruk lantai.

Rega menolehkan kepalanya kebelakang, ia membelalakkan matanya melihat anak perempuan itu berbaring dilantai. Ia segera menghampiri anak perempuan itu, "el! Bangun, el! Elena!!" Ia mengguncang tubuh anak perempuan itu-atau elena, tetapi elena tidak juga bergerak atau membuka matanya.

"El! El!" Pekik rega.

Tiba - tiba elena tersenyum mesem, serpertinya ia sedang menahan tawa. Rega yang melihat elena menahan tawa, heran.

Yah. Gue dikerjain ini mah! Pikir rega dalam hati.

Rega melepas tangannya yang tengah menahan tubuh elena. Seketika tawa elena meledak.

"HAHAHAHAHA..."

Melihat elena tertawa terbahak - bahak membuat rega kesal. Niatnya ia yang ingin mengerjai elena, malah ia yang dikerjai balik.

Elena masih tertawa, rega melihatnya dengan tatapan sebal, "terus aja. Ketawa terus." Ucap rega.

"Lagian elo iseng sih. Sini balikin hape gue" balas elena disela tawanya lalu mengadahkan tangannya meminta handphone-nya.

"Ogah!"

"Reeeeeeeee!!"

"Tai lo el, bete gue!"

"Tai. Tai. Balikin hape gue!?"

"Ogah!"

"Eh! Amon (*anak monyet)!"

***
Matematika.

"Baik. Anak - anak, dipapantulis terdapat dua pertanyaan. Siapa yang bisa mengerjakannya? Tolong maju kedepan"

"Saya bu!" Seru elena dan rega bersamaan sembari mengangkat tangan kanan mereka.

Ibu guru mempersilahkan mereka untuk mengerjakannya didepan, mereka berdua segera maju ke depan, mengerjakan soal matematika yang berada dipapantulis.

Saat mengerjakan soal rega bertanya pada elena perihal pembagian, sebaliknya, elena bertanya kepada rega perihal perkalian, karna elena pintar dalam pembagian, sedangkan rega pintar dalam perkalian.

"Udah bu!" Ujar mereka berbarengan, setelah memberi dua garis dibawah hasil akhir soal mereka masing - masing.

Ibu guru matematika itu memersilahkan mereka duduk, lalu mengoreksi pekerjaan elena dan rega.

"Benar... benar. Bagus!" Ucap ibu guru itu sembari memberi tanda benar pada pekerjaan elena dan rega.

Mendengar itu elena dan rega ber-hi five.

---
English

Gna's note : tadinya cerita ini mau dibuat, fluff2 gimanagidu. Ceritanya elena punya temen termasuk sahabat menjurus ke pacar dan kadang menjadi musuh. Haha tapi sayang, gue udh males ngelanjutinnya :3

2.

Ini cerita tentang temen - temen gue. Ceritanya tuh tentang cinta - cintaan gak jelas gitu deh. Gue mulai ceritanya ya...

Cecillia, stefan, ashley

Cecillia adalah seorang anak perempuan berusia17 tahun. Yang memiliki sifat keras kepala, egois, dan sangat memiliki harga diri yang tinggi, sehingga membuat ia hanya memikirkan gengsi semata. Tetapi, walaupun begitu ia juga memiliki sikap baik, ia sangat peduli kepada teman - temannya. Cecillia mempunyai kulit coklat, dan tubuh yang terbilang agak gemuk. Selain itu juga ia sangat lucu, ia sering membuat lelucon yang akan membuat semua orang tertawa. saat ia tertawa pun orang-orang disekitarnya akan tertawa. Mungkin itu hal yang akan membuat orang lain tertarik dengannya.

Stefan, sesosok cowok egois, yang kadar kebawelannya diatas rata-rata. Ia hanya orang biasa, wajahnya tidak terlalau tampan, dan juga tidak terlalu jelek. Dan sama seperti cecillia, ia terlalu memikirkan gengsi.

Ashley, dia gadis yang cantik, wajahnya bulat sehingga membuat orang yang melihatnya tertarik untuk memandanginya. Ia juga memiliki bibir pink yang mungil, membuat orang yang ia ajak bicara akan memerhatikan bibirnya itu. Selain cantik, ia juga baik, dan pintar, pintar dalam hal bergaul dan juga pelajaran. Ia sangat di senangi oleh teman-temannya, karena ia memiliki kadar humor yang tinggi, sehingga ia selalu membuat teman-teman yang berada didekatnya tertawa.

Baik, inilah kisah mereka, berawal pada...

"Stefaaaaaan!!" Pekik cecillia.

"Apaan si lu?"

"Lo kan yang coret-corek buku gue?!"

"Iya, ngapa? Lagian kan lu duluan tadi yang coret buku gue!"

Cecillia murka, ia menjambak rambut stefan tepat setelah stefan menyelesaikan pengakuannya, "TAPIKAN GUE GAK PAKE PULPEN!!"

"Aak!! Sakiittt!! Lepas gak?!"

"Gak! Ogah gue lepas!"

Stefan yang tidak berdaya hanya bisa teriak-teriak gak jelas, sementara cecillia tidak mau melepaskan rambut stefan dari cengkeraman tangannya itu.

Sampai pada akhirnya teman-teman satu kelas mencoba memisahkan mereka berdua.

***
"Minta maaf lo cil.." ujar teman sebangku cecillia, metta, menyuruh temannya itu untuk meminta maaf kepada stefan,  perihal kejadian tadi.

"Ogah! Gak sudi"

"Tadikan lo yang mulai, cil"

"Tapikan gue pake pensil, kalo dia pake pulpen"

"Aneh deh lo! Setiap masalah lo sama dia kenapa jadi besar si? Cuma masalah coret-coretan doang jadi gini. Lagian juga dia coret buku lo cuma gitu doang, nah, elo walaupun pake pensil, coretinnya neken banget, kalo diapus juga tetep gabisa dipake tuh kertas, punya lo sih bisa di tipe-x!"

Cecil memilih diam, tidak membalas perkataan metta, bener juga sih... pikirnya.

"Tau ah!" Balas cecil pada akhirnya. Memang pada dasarnya cecil juga tidak mengerti kenapa ia berlaku seperti itu, padahal kalau sama temannya yang lain ia tak akan melakukan hal itu, malah ia akan mencoret balik dengan pulpen. Hanya pada stefan lah cecil berlaku seperti itu. Ia tidak bisa menjadi gadis manis didepan stefan, ia hanya akan menjadi monster yang siap memakan stefan hidup-hidup.

***

Gna's note : ini kisah cinta segitiganya gope-upil-oppa wkwkwkwk, ada yg tau oppa siapa?

3.

***
cantika putri, seorang gadis cantik yang usianya baru menginjak 16 tahun minggu lalu.

ia terlahir dari keluarga yang bisa dibilang cukup, tetapi kata cukup itu tidak bisa memuaskan keinginannya untuk memiliki barang-barang berkualitas dan bermerk.

tetapi siapa sangka? setiap minggunya ia akan membawa kantung-kantung belanjaan yang jumlahnya lumayan banyak dan semuanya dari brand-brand terkenal?

karna, kecantikan wajah dan bentuk tubuh yang bagus itulah mengapa ia bisa mendapatkan barang-barang ber-branded itu. ia mendapatkan semua itu dari orang-orang yang berstatus pacarnya. ia tidak memilih-milih pacar melalui wajah yang rupawan, ia hanya akan memilih melalui ketebalan dompet dan banyaknya uang saku bulanan mereka.

saat ini ia tengah duduk sendiri disuatu gerai kopi terkenal dengan icon berwarna hijau, bergambar seorang wanita berambut panjang memakai mahkota, dan terdapat tulisan starbucks.

ia tengah memainkan tab bermerk apple yang didapatkan tiga bulan lalu dari mantan pacarnya. kepalanya menggangguk-angguk pelan mengikuti irama lagu yang tengah ia dengarkan melalui earphone yang tersambung pada ipod yang diberikan oleh mantan pacarnya lima bulan lalu.

tiba-tiba ponsel pintar yang terdapat tulisan samsung yang dihadiahkan mantan pacarnya lima bulan kurang seminggu itu bergetar. tangannya terjulur ke arah meja untuk meraih smarthphone-nya itu,

"hah.. ketua kelas. bosen!"

ia mengabaikan pesan yang ternyata dari ketua kelasnya itu,

"paling juga, ngasih tau classmeet besok pake baju apa..*sigh" ucapnya diakhiri dengan dengusan bosan.

ia meletakkan kembali smarthphone-nya itu ke atas meja, lalu kembali fokus pada permainan hayday pada ipad-nya.

tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menghampirinya, "hai.." sapa orang itu.

cantika melepaskan earphone-nya, lalu mendongak melihat orang itu, "ya?" tanyanya sembari mengernyitkan keningnya, bingung.

"mm..boleh kenalan gak?" tanya orang itu ragu.

cantika tersenyum manis, lalu mengulurkan tangannya, "cantika putri" ujar cantika memberitahukan namanya.

"raka nasution" balas orang itu, "lo sendirian?" tanya raka.

"as you see.." balas cantika.

"oh, gue kira lagi nunggu orang gitu.."

cantika tersenyum lalu menggeleng.

"kalo gitu boleh gue temenin kan?" tanya raka.

cantika tersenyum, "yaudah, duduk aja" ucapnya.

mendapat lampu hijau dari cantika, ia segera duduk di kursi di depan cantik.

"kok lo sendirian? emang gak punya pacar?" tanya raka.

cantika menggeleng, "baru putus tiga jam yang lalu.." ucapnya.

"kok bisa?" tanya raka penasaran.

cantika menggedikkan bahunya, "udah gak sanggup kali punya cewek kaya gue" jelasnya.

"jadi lo sebernya lagi galau nih?" tanya raka dengan menaik-turunkan alisnya.

cantika tersenyum, lalu menggeleng, "enggak, kan gue yang mutusin.." jelasnya lagi.

"ih, tadi lo bilang dia gak sanggup punya cewek kaya lo, tapi kok elo yang putusin dia?"

cantika terkekeh kecil melihat raka bingung, "ya justru karna dia udah gak sanggup makanya gue putusin.."

"emangnya lo udah jadian berapa lama?" tanya raka.

"mm.." cantika terlihat sedang berpikir, "empat hari deh kayaknya..dari hari jumat.." ucapnya.

"hah? yang bener? emang dia gak sanggup kenapa si?"

cantika kembali terkekeh melihat raka yang begitu penasaran, padahal mereka baru kenal beberapa menit yang lalu, "kepo banget si!" ucap cantika.

"ish! gue cuma pengen tau kenapa cewek secantik lo disia-siain begitu aja sama pacar lo tiga jam lalu..?"

cantika tersenyum mendengar ucapan raka, "lo beneran pengen tau?" tanyanya.

raka mengangguk pasti.

"oke, gue kasih tau... dia gak sanggup karna... uang sakunya abis, setelah jalan sama gue malem minggu kemaren, dan dia gak bisa ngajak gue belanja lagi sebelum dia dapet uang saku bulanannya minggu depan nanti.." jelas cantika dan diakhiri senyum miringnya, kalau ia seperti ini berarti ia sedang tidak menggunakan topengnya.

"jadi, lo...cewe--"

"yap!" potong cantika tau apa yang akan dikatakan raka, "jadi, lo bisa mundur teratur..." ucap cantika diakhiri dengan senyum topengnya.

"gue gak akan mundur.." raka ikut menaikkan sebelah sudut bibirnya.

alis cantik terangkat sebelah, "lo punya apa?" tanyanya.

"mm..gue punya kartu unlimited dari bokap, dan dia gak bakal marah kalo gue pake dengan jumlah yang besar..jadi.. gue bisa penuhin apa aja yang lo mau"

"yakin lo bisa penuhin apa yang gue mau?"

"iya, gue bakal penuhin apapun yang lo mau. be mine?"

"oke, sekarang gue pacar lo." ucap cantika lalu berpindah duduk menjadi disebelah raka, tangannya mengamit lengan raka dan kepalanya bersandar dipundak raka.

***
"makasih ya, ka.." ucap cantik saat mobil sport merah milik raka berhenti didepan gerbang sekolahnya.

"iya, sama-sama, sayang"

"aku masu-- kenapa?" saat cantik ingin membuka pintu mobil, tangannya ditahan oleh raka.

tangan kanan raka terjulur ke arah leher cantik, ia memegang leher cantik, lalu mendekatkan wajahnya ke wajah cantik, sampai akhirnya bibir mereka bertemu.

raka hanya mengecup kilat bibir cantik, lalu menjauhkan kembali jarak wajah mereka, "masuk gih sana.." ucap raka.

cantik mendengus, "kamu ih, masih pagi juga. yaudah aku masuk ya.. daaa.." cantik membuka pintu mobil lalu keluar, sampai diluar ia melambai pada raka.

Hari ini cantika tampil cantik mengenakan kaos vneck berwarna merah, sepatu converse wedge merah, serta tas pungung merahnya, tak lupa rok sekolahnya yang panjangnya 5 cm diatas lutut. Semua itu baru ia dapatkan kemarin... yup! Dari raka, kecuali rok sekolahnya sih.

Kemarin setelah dari starbucks, raka mengajak cantik, jalan-jalan mengelilingi mall, sembari berbelanja kecil untuk cantik.

Cantika berjalan santai masuk ke dalam sekolah. Ia berjalan dikoridor dengan senyumnya yang manis. Entah, itu senyum topeng atau apa, yang pasti senyumnya itu sangat manis, sampai-sampai ada dua orang cowok yang pingsan karna sapaannya dibalas oleh cantik.

Memang kelihatannya seperti disinetron-sinetron sih, tapi ini kenyataan loh! Dua orang murid laki-laki itu memang pingsan, tubuh mereka tergolek lemas diatas lantai. Tapi, cantik tidak meladeni mereka lebih jauh lagi, ia segera bergegas menuju kelasnya.

Sampai didepan kelas, saat ia ingin melewati pintu kelas, tiba-tiba ada yang menghadang jalannya.

"Ngapain lo? Minggir! Gue mau lewat!" Ucap cantik.

"Kenapa. Elo. Gak pake baju putih? Hah?" Tanya orang yang mengahadang cantik itu, matanya menatap tajam kearah cantik.

Cantik hanya menanggapinya dengan cuek, "gue gak tau. Awas ah! Gue mau masuk!" Cantik mencoba mendorong orang itu.

Gna's note : tau kenapa gue buat cerita ini? Karna sifatnya mirip2 sm gue wkwk. Gue belom pacaran karnanyarinya cowok tajir, tapi gue gak niat morotin sih. Dan kalo si cantik disinikan gak liat tampang, nah kalo gue tampang nommer 1. Hiwhhhiw

4.

"Annyeonghaseyo, choi jina imnida, bangabseubnida"

Dihadapan kamera, seorang gadis muda berusia 25 tahun sedang menceritakan kisah hidupnya disebuah kedai coffee.

"Aku akan menceritakan kisah hidup ku dari aku mulai debut pertama ditahun 2008. Waktu itu aku debut sebagai member termuda dari SHINee, karna waktu itu aku baru berusia 13 tahun, kalian semua tahu SHINee kan? Iya, 5 orang laki-laki tampan yang berjaya didunia musik..."

dia berhenti untuk menarik nafas dan menghembuskannya lalu menyeruput cappuccino-nya.

"Pasti kalian bingung kenapa aku berkata kalau aku debut pertama kali di SHINee, padahal aku ini perempuan. Jadi sebenarnya, dulu SHINee itu beranggotakan 6 orang, yang terdiri dari Lee Jinki, Kim Jonghyun, Kim Kibum, Choi Minho, Lee Taemin, dan aku, Choi Jina. Aku ini bisa dikatakan teman due-nya Jonghyun oppa, karna kami sama-sama memiliki suara tinggi, tetapi karna aku adalah maknae, jadi part-ku didalam lagu tidak terlalu mencolok(?) dibandingkan Jonghyun oppa, jadi disetiap lagu part-ku lebih sedikit dibandingkan member yang lain. Dari tahun ke tahun nama SHINee semakin besar, jadwal kami semakin sibuk, semua orang mengenal kami, dan saat itulah saat paling menyenangkan"

Dia tersenyum sebentar lalu melanjutkan.

"Dulu saat ada fans atau wartawan yang menanyakan 'apakah kalian sudah mempunyai pacar?' Mereka berlima akan kompak mengangguk dan berkata 'ya', dan selanjutnya pasti akan ada pertanyaan 'siapakah dia?' Mereka akan menjawab 'jina-a adalah pacar kami' setelah mendengar jawaban dari mereka semua orang pasti akan tertawa, sedangkan diriku tersipu malu tetapi aku sangat senang akan jawaban mereka"

~jina~

Rasanya senang sekali mengingat kenangan bersama SHINee.

"Aku sering bercerita kepada mereka tentang kejadian ku sehari-hari, aku juga bercerita kepada mereka kalau aku menyukai jaejoong JYJ, aku juga menceritakan kalau sangat mengidolakan justin bieber"

*flashback*
"OPPAAA" aku berteriak memanggil oppa-oppa-ku.
"Wae?" Lalu mereka menjawab hampir bersamaan, dan menghampiri ku.
"Oppa... sepertinya aku menyukai jaejoong jyj..."
"mwo?!" Respon mereka berbarengan.
"Andweee! Jina-a, kamu hanya milik kami!" Kata Kibum oppa.
*back to story*

"Setiap pagi Kibum oppa akan membangunkan ku untuk sarapan, dia membangunkan ku dengan cara yang unik, yaitu dengan mengadukan(?) Dua buah tutup panci didekat telinga ku. Setelah mendengar suara itu aku akan langsung terbangun dan dia akan memberikan ku handuk, lalu menyuruh ku untuk segera mandi"

"Setelah mandi aku akan bergegas ke meja makan, sesampai dimeja makan aku akan melihat Jinki oppa yang sedang membaca koran, Jonghyun oppa yang sedang membantu mencicipi masakan Kibum oppa, Minho oppa yang memainkan winning eleven yang sudah dimainkannya berulang kali di psp-nya, dan Taemin oppa yang sedang menyeruput banana milk-nya"

Hhhhh... oppaaaa~ aku sangat merindukan masa-masa itu!

"Saat kami semua sedang makan, manajer oppa pasti akan datang dan memberitahukan schedule kami, oh iya aku ingat, waktu itu manajer oppa memberitahukan ku bahwa aku akan ada photoshot Elle bersama jaejoong oppa, aku langsung senang dan lompat-lompat kegirangan, sedangkan ke lima oppa-ku berteriak 'MWO?!! JINJJA HYUNG?!! ANDWEEE!!' Hahaha ke lima oppa-ku ini memang sangat lucu"

Gina's note : ini cerita waktu gue lagi suka2nya sm shinee, sampe2 gue berimagine jadi maknaenya mereka. Wkwk adaada aja kan. Tdnya di cerita ini jina bakal nyeritain jatuh bangunnya dia sebagai member shinee, dan sampai akhirnya dia keluar dari shinee dan memutuskan solo career, setelah sukses bertahun2 kemudian dia mau membuat film tentang dirinya, nah makanya cerita ini dimuat dalam interview, karna itu adalah filmnya jina.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images