Unsur intrinsik & ekstrinsik karya sastra

Judul : June's Listener

Sinopsis :
Draco Malfoy hanya butuh didengar, dan ia terus berdoa agar keadaan berubah ketika Juni sudah di pelupuk mata, dan pintu menuju umur 33 telah menantinya. Draco berdoa, agar di Juni yang sakral ini ia—pada akhirnya—bisa menemukan pendengar.

Tema : Can You Hear me?

Watak tokoh :
1. Draco Malfoy
-Penyayang => Selama sesaat, Draco terdiam, kemudian ia melambaikan tongkatnya untuk membuat Patronus Beruang Kutubnya, lalu berbisik. "Mother, aku akan pulang larut malam. Kau lebih baik makan terlebih dahulu, dan tidak usah repot-repot untukku. Aku sayang padamu."
-care => Draco berusaha tersenyum dan berkata halus, "Well, Rose… mengapa belum pulang? Ini sudah malam, lho."

2. Rose Weasley
-cerdas => "Kau benar, Sayang. Rose Weasley memang cerdas," Draco membelai rambut merah gelap Rose penuh sayang.
-Menyenangkan => "Okay!" Rose berseru riang. Ia berpikir sejenak, lalu tersenyum misteri

3. Hermione Grangger
-baik => "Ya, aku juga meminta Kingsley untuk benar-benar meloloskanmu. Aku mendengar dari Rose bahwa mereka tidak memperlakukanmu dengan baik di sini."
-Pintar => Hermione Granger yang itu. Ibu Rose, Suami Ron Weasley, satu dari Trio Emas Gryffindor, Penyihir Inggris Terpintar Angkatan 1998, dan… gadis yang pernah dicintainya sebegitu dalam, yang juga pernah membalas cinta

4. Astoria Granres
-perhatian => "Aku pernah mendengarmu berkata bahwa kau sangat menyukai Belgian Dark Chocolate, Draco—dan aku baru pulang dari Belgia, jadi kenapa tidak?" Astoria berkata serius. "Lagipula, coklat adalah hadiah yang tepat untuk harimu yang buruk—ia bisa menetralkan perasaan."
-cantik => Astoria tersenyum lembut dan senyuman itu membuat Draco meralat pikirannya tentang kemiripan wanita ini dengan Daphne—ia jauh lebih cantik.

5. Narcissa Malfoy
-care => Narcissa mungkin sedang membereskan meja kecil mereka saat ini, menyiapkan hidangan-hidangan lezat namun sederhana, dengan beberapa pasang lilin yang menyala hangat di depan pendiangan yang berkerlip. Dan Narcissa akan menyihir sebuah kue yang tiba-tiba muncul di atas kepalanya, mengambilnya, menanamkan beberapa lilin, kemudian menyuruh Draco meniup lilin itu sembari mengucapkan hal yang diinginkannya.

Pengenalan :
Draco Malfoy dihadapkan pada harinya yang melelahkan, pada rapat pentas seni sekolah yang akan diselenggarakan. Dimana hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Dan sang ibu tercinta sudah menyiapkan perayaan ulang tahunnya yang hangat di rumah.

Konflik :
- Draco mendapati surat dari ibunya (Narcissa) yang mengatakan keluarga greengrass akan datang ke birthday dinnernya. Yang membuat Draco sedikit shock.
-Rose weasley, yang datang menemui Draco, yang mulai bercerita tidak sedikit banyak hal tentang kekaguman dan ketertarikannya pada Draco, profesor pengajar di sekolahnya.

Klimaks :
- draco sedikit terkejut akan kedatangan hermione grangger, yang mencari rose weasley. Hermione, teman semasa sekolahny yang pernah di cintainya. Rose memberikan draco, kado ulang tahun untuk draco.kado ulang tahun berupa lukisan org terdekat draco.
- setelah hermione dan rose meninggalkan ruang kerjany, datang seorang perempuan yang sudah dijodohkan oleh ke2 orang tuany padanya (astoria) kedatangan astoria membuat draco bertanya tanya. Astoria mengtakan dirinya sengaja dtang menjemput draco, agar ibu draco tidak jadi mengirimkan surat burung hantu kepada ayahnya, yang menyatakan draco tidak bertanggung jawab.

Penyelesaian :
draco malfoy teringat dengan lukisan yg diberikan Rose padanya. Pada gambar lukisan itu terdapat gambar seorang gadi bermat coklat kekuningan yg draco ketahui adlah Astoria, ia teringat katakata rose "Aku tak tahu ini siapa, tetapi Tante yang ini muncul saja di pikiranku, tetapi kuyakin ia berperan dalam hidupmu!" dari situ draco mulai berpikir, dan ia berusha meyakinkan diriny sendiri, bahwa astoria adalah gadis yang tepat untuk nya.
Latar

waktu :
-sore hari =>Langit London sudah mulai disemburati carikan merah dan ungu gelap—pertanda senja akan segera datang.
-malam hari =>Ia nyaris terbawa masa lalu dan mengingat sosok gadis berambut ombak, tetapi Draco berusaha tersenyum dan berkata halus, "Well, Rose… mengapa belum pulang? Ini sudah malam, lho."

tempat :
-ruang rapat hogwarts
=>Draco memalingkan mukanya ke arah rapat kembali, kemudian menatap Edmund Henley, salah satu guru senior yang kini sedang bercerocos penuh semangat, membicarakan tentang suksesnya acara Pentas Seni Tahunan anak-anak hari ini. Draco menghela napas lelah.

-Ruang kerja draco
Draco menyalakan lampu ruang kerjanya dengan sekali lambaian tongkat, kemudian memijat pelipisnya letih.

Suasana :
-menjengkelkan
=>Draco, lagi-lagi, memalingkan mukanya pahit. Dan seharusnya Draco tahu, hingga ia menjajaki umurnya yang ke-32 tahun, hak-hak asasinya tak akan pernah didengar oleh orang lain.
-Mengharukan
Draco benar-benar kehilangan kata-kata kali ini, dan lebih terbungkam lagi ketika Rose menghambur ke arahnya dan memeluk lehernya dengan tangannya yang kecil, lalu bergumam pelan. "Rose Weasley sayang Profetsor Draco."
-menggembirakan
Karena, Astoria merupakan penutup ulangtahunnya yang tepat, sekaligus penutup statusnya sebagai seorang pemuda yang belum menikah.
Dan keajaiban bisa datang bagi siapapun yang mendengar.

Alur
-maju
-mundur (ketika draco mengingat ulang tahunnya dulu yang menyenangkan di malfoy manor, dengan bnyak kado yang menumpuk)

gaya bahasa
-hiperbola
Draco meralat pikirannya tentang kemiripan wanita ini dengan Daphne—ia 'jauh lebih' cantik.

-Personifikasi
Draco Malfoy menatap lembayung di luar dengan mata kelabunya.

Amanat :
-janganlah menjadi seseorang yang selalu ingin di dengar, tetapi belarjarlah untuk menjadi seseorang yang juga mau mendengarkan orang lain. Kebijaksanaan ialah milik mereka para pendengar yang baik.

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images