Wat e monin'

Gue menjalani hari ini dimulai dengan amarah sih kayaknya. Karna, pas gue lagi tidur, nyokap sama nada berantem masalah setrikaan, yang akhirnya nada nangis, dan karna tangisan nada itu gue terbangun.

Gue bangun langsung melirik jam, 6.30.

Ahelah berisik banget si orang lagi tidur.

Tadinya gue mencoba untuk tidur lagi tapi karna tangisnya si nada gak berenti-berenti. Gue murka!

"Apaan si da?"

Pekik gue ke nada setelah gue nyampe kamar. Karna emang semalem gue tidur dikasur depan tv diluar.

Nada bukannya jawab pertanyaan gue malah terus nangis.

"Nada lu diem kenapa?"

Lagi. Pertanyaan gue gak dijawab lagi sama dia.

"Kenapa sih dia ma?"

Karna capek gak dihiraukan sama nada, akhirnya gue nanya nyokap yang lagi duduk dikasur depan kamar gue -tempat nada nangis-.

"Itu.. gosokan kan rusak, baju dia gak disetrika"

Nyokap ngomongnya pake nada agak kesel gitu, yaa namanya juga abis berantem ama si kunyuk monyet nada.

"Lu daripada nangis buang-buang waktu, mending lu usaha. Minjem sama siapa kek!"

Sekarang gue masuk lagi ke kamar, ngomong ama si kunyuk lagi.

Dan, lagi-lagi.. dia gak jawab.

"Eh tolol daripada lu nangis mending usaha bego!"

Udah biasa sih. Gue ngatain dia begitu didepan nyokap, jadi nyokap gue biasa aja.

Akhirnya gue nyerah. Karna, si nada emang gak mau usaha sama sekali buat nge-ada-in si gosokkan/setrikaan kunyuk.

Yaudah, gue ambil anduk trus taro dipintu kamar mandi.

Yaa.. karna kebiasaan gue kalo mau mandi mesti bolak-balik ke kamar trus kamar mandi, trus keluar lagi ke teras depan, ke kamar mandi lagi, sampe seterusnya gue bosen.

Dan selama itu juga nada belom berenti nangis. Meledak lah gue.

"Yaudah lah ma, mama minjem kek kesiapa"

Gue ngomong ke nyokap pake nada frustasi.

"Mau minjem ke siapa? Disini kita kan gak punya tetangga"

Alesan basi, udah 5 kali berturut-turut selama 3 hari gue denger alesan begitu. Lagian sih nyokap udah tau setrikaan rusak dia malah nyantai aja.

Bayangin coba waktu hari senin gue pake baju kusut. K-U-S-U-T. Udah kaya anak gak diurus sama orang tuanya tau gak.

"Ya, pinjem kesiapa kek ma"

Ini gue sama nyokap ngomong pake emosi loh!

"Ama siapa?"

Ngotot.

"Ama siapa aja lah ma. Kesian itu dia mau interview, masa bajunya kusut. Nanti langsung gak diterima"

Ini gue ngotot juga loh ngomong ke nyokap. Abisnya biar dia mau. Si nada kan lagi pengen pkl, dia kan jurusan tataboga, jadi dia pkl di hotel gitu dan mesti interview, gak mungkin kan dia pake baju kusut?.

Setelah denger kata-kata gue itu nyokap langsung jalan. Nyoba nyari pinjeman setrikaan. Dan seperti biasa sambi negdumel gitu..

Giliran gua suruh aja gak mau, tapi giliran nyuruh gua aja.........

Orang kan mau makan, disuruh gak mau.

Ininih. Abis ngebelain si kunyuk. Gue yang jadi kena imbasnya.

Soalnya semalem si kunyukkan disuruh nyokap beli nasi uduk gamau dan dia malah tidur, dan akhirnya nyokap malah nyuruh gue, awalnya gue gak mau. Sampe akhirnya nyokap mau jalan sendiri sambil ngedumel-ngedumel gitu. Gue murka.

Yaudah sini gina beli!.

Akhirnya gue jalan keluar dan beli nasi uduk lalu pulang dan nyokap makan. Trus gue tidur.

Oke balik ke topik awal. Nah, abis nyokap jalan keluar, gue nyamperin si kunyuk ke kamarnya.

"Awas lu! Kalo gakmau disuruh sama dia(nyokap), GUE TONJOK LU SAAT ITU JUGA!"

Ancam gue ke nada. Yaiyalah, lagian kan gara-gara dia, gue jadi kena imbas marahnya. Emang monyetkan si kunyuk nada.

Selesa.

Hiatus's off!

Hellooooooo..

Mentemen, mulai sekarang gue bakalan ngepost kegiatan gue disini tiap malem, dan semoga aja gue gak males ngetik yaaa.. hahaha.

Simple sih yang gue post. Yang pasti itu kegiatan gue tiap harinya, bisa juga cuma kejadian lucu doang.

Selama ini gue gak ngepost karna lagi sibuk. Lolz! Sibuk apa coba gue.

Ya, gue selama ini emang lagi males ngetik aja sih, dan karna gue sekarang lebih sering berimajinasi nih.

Sebenernya gue gak tau bakalan ada yang baca blog gue ini atau enggak, soalnya ini kan blog curhatan gue, hahaha

Yaudah lah yah, anggap aja ada yang baca.

Oke. Bye!

Unsur intrinsik & ekstrinsik karya sastra

Judul : June's Listener

Sinopsis :
Draco Malfoy hanya butuh didengar, dan ia terus berdoa agar keadaan berubah ketika Juni sudah di pelupuk mata, dan pintu menuju umur 33 telah menantinya. Draco berdoa, agar di Juni yang sakral ini ia—pada akhirnya—bisa menemukan pendengar.

Tema : Can You Hear me?

Watak tokoh :
1. Draco Malfoy
-Penyayang => Selama sesaat, Draco terdiam, kemudian ia melambaikan tongkatnya untuk membuat Patronus Beruang Kutubnya, lalu berbisik. "Mother, aku akan pulang larut malam. Kau lebih baik makan terlebih dahulu, dan tidak usah repot-repot untukku. Aku sayang padamu."
-care => Draco berusaha tersenyum dan berkata halus, "Well, Rose… mengapa belum pulang? Ini sudah malam, lho."

2. Rose Weasley
-cerdas => "Kau benar, Sayang. Rose Weasley memang cerdas," Draco membelai rambut merah gelap Rose penuh sayang.
-Menyenangkan => "Okay!" Rose berseru riang. Ia berpikir sejenak, lalu tersenyum misteri

3. Hermione Grangger
-baik => "Ya, aku juga meminta Kingsley untuk benar-benar meloloskanmu. Aku mendengar dari Rose bahwa mereka tidak memperlakukanmu dengan baik di sini."
-Pintar => Hermione Granger yang itu. Ibu Rose, Suami Ron Weasley, satu dari Trio Emas Gryffindor, Penyihir Inggris Terpintar Angkatan 1998, dan… gadis yang pernah dicintainya sebegitu dalam, yang juga pernah membalas cinta

4. Astoria Granres
-perhatian => "Aku pernah mendengarmu berkata bahwa kau sangat menyukai Belgian Dark Chocolate, Draco—dan aku baru pulang dari Belgia, jadi kenapa tidak?" Astoria berkata serius. "Lagipula, coklat adalah hadiah yang tepat untuk harimu yang buruk—ia bisa menetralkan perasaan."
-cantik => Astoria tersenyum lembut dan senyuman itu membuat Draco meralat pikirannya tentang kemiripan wanita ini dengan Daphne—ia jauh lebih cantik.

5. Narcissa Malfoy
-care => Narcissa mungkin sedang membereskan meja kecil mereka saat ini, menyiapkan hidangan-hidangan lezat namun sederhana, dengan beberapa pasang lilin yang menyala hangat di depan pendiangan yang berkerlip. Dan Narcissa akan menyihir sebuah kue yang tiba-tiba muncul di atas kepalanya, mengambilnya, menanamkan beberapa lilin, kemudian menyuruh Draco meniup lilin itu sembari mengucapkan hal yang diinginkannya.

Pengenalan :
Draco Malfoy dihadapkan pada harinya yang melelahkan, pada rapat pentas seni sekolah yang akan diselenggarakan. Dimana hari itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Dan sang ibu tercinta sudah menyiapkan perayaan ulang tahunnya yang hangat di rumah.

Konflik :
- Draco mendapati surat dari ibunya (Narcissa) yang mengatakan keluarga greengrass akan datang ke birthday dinnernya. Yang membuat Draco sedikit shock.
-Rose weasley, yang datang menemui Draco, yang mulai bercerita tidak sedikit banyak hal tentang kekaguman dan ketertarikannya pada Draco, profesor pengajar di sekolahnya.

Klimaks :
- draco sedikit terkejut akan kedatangan hermione grangger, yang mencari rose weasley. Hermione, teman semasa sekolahny yang pernah di cintainya. Rose memberikan draco, kado ulang tahun untuk draco.kado ulang tahun berupa lukisan org terdekat draco.
- setelah hermione dan rose meninggalkan ruang kerjany, datang seorang perempuan yang sudah dijodohkan oleh ke2 orang tuany padanya (astoria) kedatangan astoria membuat draco bertanya tanya. Astoria mengtakan dirinya sengaja dtang menjemput draco, agar ibu draco tidak jadi mengirimkan surat burung hantu kepada ayahnya, yang menyatakan draco tidak bertanggung jawab.

Penyelesaian :
draco malfoy teringat dengan lukisan yg diberikan Rose padanya. Pada gambar lukisan itu terdapat gambar seorang gadi bermat coklat kekuningan yg draco ketahui adlah Astoria, ia teringat katakata rose "Aku tak tahu ini siapa, tetapi Tante yang ini muncul saja di pikiranku, tetapi kuyakin ia berperan dalam hidupmu!" dari situ draco mulai berpikir, dan ia berusha meyakinkan diriny sendiri, bahwa astoria adalah gadis yang tepat untuk nya.
Latar

waktu :
-sore hari =>Langit London sudah mulai disemburati carikan merah dan ungu gelap—pertanda senja akan segera datang.
-malam hari =>Ia nyaris terbawa masa lalu dan mengingat sosok gadis berambut ombak, tetapi Draco berusaha tersenyum dan berkata halus, "Well, Rose… mengapa belum pulang? Ini sudah malam, lho."

tempat :
-ruang rapat hogwarts
=>Draco memalingkan mukanya ke arah rapat kembali, kemudian menatap Edmund Henley, salah satu guru senior yang kini sedang bercerocos penuh semangat, membicarakan tentang suksesnya acara Pentas Seni Tahunan anak-anak hari ini. Draco menghela napas lelah.

-Ruang kerja draco
Draco menyalakan lampu ruang kerjanya dengan sekali lambaian tongkat, kemudian memijat pelipisnya letih.

Suasana :
-menjengkelkan
=>Draco, lagi-lagi, memalingkan mukanya pahit. Dan seharusnya Draco tahu, hingga ia menjajaki umurnya yang ke-32 tahun, hak-hak asasinya tak akan pernah didengar oleh orang lain.
-Mengharukan
Draco benar-benar kehilangan kata-kata kali ini, dan lebih terbungkam lagi ketika Rose menghambur ke arahnya dan memeluk lehernya dengan tangannya yang kecil, lalu bergumam pelan. "Rose Weasley sayang Profetsor Draco."
-menggembirakan
Karena, Astoria merupakan penutup ulangtahunnya yang tepat, sekaligus penutup statusnya sebagai seorang pemuda yang belum menikah.
Dan keajaiban bisa datang bagi siapapun yang mendengar.

Alur
-maju
-mundur (ketika draco mengingat ulang tahunnya dulu yang menyenangkan di malfoy manor, dengan bnyak kado yang menumpuk)

gaya bahasa
-hiperbola
Draco meralat pikirannya tentang kemiripan wanita ini dengan Daphne—ia 'jauh lebih' cantik.

-Personifikasi
Draco Malfoy menatap lembayung di luar dengan mata kelabunya.

Amanat :
-janganlah menjadi seseorang yang selalu ingin di dengar, tetapi belarjarlah untuk menjadi seseorang yang juga mau mendengarkan orang lain. Kebijaksanaan ialah milik mereka para pendengar yang baik.

Grade 3!

Hhhhhh... temen-temen.... sekarang gue udah kelas 3, semoga aja gue gak stress ya belajar terus, semoga nanti gue lulus plus dapet nilai bagus, gak cuma bagus tapi tinggi, dan semoga aja gue bisa kuliah plus dapet universitas negeri. amiiiiiiiiinnn!!

Lebih baik takusah nawarin deh-_-

Temen-temen...
Gue lagi bete nih!! Lo tau gak sih gue bete kenapa?! Gue bete karna...
Jadi gini, gue kan diajakin belanja sama 'n', setiap dia ngeliat sesuatu yg bagus buat gue dia nawarin gue "itu bagus tuh gin", guenya kan iya-iya aja, trus nantinya dia bilang "lu mau?", ya gue sih mau-mau aja as long as dia yang bayar, trus gue nyobain deh tuh dia liat bajunya bagus plus pas yaudah diambil tapi abis dia liat harganya langsung bilang gak jadi trus langsung ngelanjutin jalan cari baju lagi, trus kejadian kaya gitu berulang lagi, terus berulang. Yaudah gue mutusin buat pilih sendiri trus nyobain, tapi apa?! Gak jadi lagi, Lah guenya kan capek yak nyobain tapi gak jadi, berasa di php'in. Guenya emosi, trus ngajakin pulang, pake muka orang kesel, nah si 'n' nya malah balik marah-marah ke gue, bilang "lah lu maunya apaan?", gue jawab "udahlah takusah, gak jadi. Pulang aja. Capek", 'n' malah bilang "yang bener dong? Pilih maunya apa?" Tuh kan ngeselinkan?! Padahal gue udah milih plup netepin, tapi dianya bilang jangan, yaudah gue nurut, tapi diakhirnya dia malah gitu  'guenya gak milih lah' , 'apalah' ngeselin gak sih?!

my half heart has gone :( i hope it wasn't forever. Amen!

gue bingung mau ngepost apa, tapi gue udah jarang ngepost bgt ini, majalahnya tuh laptop gue rusak jadi mau ngapa-ngapain tuh bingung, mau streaming youtube susah, yang pada akhirnya gue cuma bisa streaming youtube via mobile, dan gue mesti nyari wifi dulu, soalnya kalo gak pake wifi lemot. Trus kalo gue mau download video, edit-edit sesuatu, atau ngeupload jadi susah semenjak laptop rusak :(

my half heart has gone :( i hope it wasn't forever. Amen!

gue bingung mau ngepost apa, tapi gue udah jarang ngepost bgt ini, majalahnya tuh laptop gue rusak jadi mau ngapa-ngapain tuh bingung, mau streaming youtube susah, yang pada akhirnya gue cuma bisa streaming youtube via mobile, dan gue mesti nyari wifi dulu, soalnya kalo gak pake wifi lemot. Trus kalo gue mau download video, edit-edit sesuatu, atau ngeupload jadi susah semenjak laptop rusak :(

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images